Spanning Tree Protocol (STP)

Saat desain LAN memerlukan beberapa switch, umumnya network enginer menyertakan segment LAN yang redundant diantara switch-switch tersebut. Tujuannya sederhana, switch-switch berkemungkinan mengalami kegagalan beroperasi, atau ada kemungkinan kabel terputus atau ter-unplug sehingga dengan adanya segment redundant ini, layanan network masih bisa berjalan walaupun ada kendala diatas.

LAN dengan link yang redundant memungkinkan frame mengalami looping didalam network tanpa henti. Frame yang looping ini menyebabkan gangguan performansi pada network. Oleh karena itu, LAN memanfaatkan Spanning Tree Protocol (STP), yang memungkinkan LAN tetap bisa menggunakan link redundant tanpa harus menanggung resiko adanya frame yang looping dalam network.

Tanpa adanya Spanning Tree Protocol (STP), LAN dengan link yang redundant mengakibatkan adanya frame yang looping tanpa henti didalam network. Dengan STP, beberapa switch akan mem-block interface/port-nya agar port tersebut tidak bisa lagi mem-forward frames keluar. STP akan menentukan port mana yang harus di block sehingga hanya 1 link saja yang aktif dalam satu segment LAN. Hasilnya, frame tetap bisa ditransfer antar-komputer tanpa menyebabkan gangguan akibat adanya frame yang looping tanpa henti di dalam network.

Istilah dalam STP, beberapa diantaranya adalah :
Root Bridge adalah bridge dengan bridge ID terbaik. Dengan STP, kuncinya adalah agar semua switch di network memilih sebuah root bridge yang akan menjadi titik fokus di dalam network tersebut. Semua keputusan lain di network seperti port mana yang akan di blok dan port mana yang akan di tempatkan dalam mode fowarding.
Root port selalu merupakan link yang terhubung secara langsung ke root bridge atau jalur terpendek ke root bridge. Jika lebih dari satu link terhubung ke root bridge maka sebuah cost dari port ditentukan dengan mengecek bandwidth dari setiap link. Port dengan cost paling rendah menjadi root port. Jika banyak link memiliki cost yang sama maka bridge dengan bridge ID diumumkan yang lebih rendah akan di gunakan. Karena berbagai link dapat berasal dari alat yang sama, maka nomor port yang terendahlah yang akan digunakan.
Cara memilih Root Bridge
Bridge ID digunakan untuk memilih root bridge di dalam domain STP dan juga menentukan root port. ID ini panjangnya 8 byte dan mencakup baik priority maupun alamat MAC dari alat. Priority default pada semua alat yang menjalankan STP versi IEEE adalah 32.768.
Untuk menentukan root bridge, priority dari setiap bridge dikombinasikan dengan alamat MAC. Jika dua switch atau bridge ternyata memiliki nilai priority yang sama, maka alamat MAC menjadi penilai untuk memutuskan siapa yang memiliki ID yang terendah (yang juga terbaik). Contoh jika ada switch A dan B dan keduanya memiliki priority default yang sama yaitu 32.768, maka alamat MAC yang akan digunakan untuk penentuan. Jika alamat MAC switch A adalah 0000.0A00.1300 dan alamat MAC switch B adalah 0000.0A00.1315 maka switch A akan menjadi root bridge.
BPDU secara default dikirimkan setiap 2 detik, keluar dari semua port yang aktif pada sebuah bridge dan switch dengan bridge ID yang terendah dipilih sebagai root bridge. Kita dapat mengubah bridge ID dengan cara menurunkan prioritynya sehingga ia akan menjadi root bridge secara otomatis.
Status Port Spanning Tree :
Blocking (memblok) sebuah port yang di block tidak akan meneruskan frame, ia hanya mendengarkan BPDU-BPDU. Tujuan dari status blocking adalah untuk mencegah penggunaan jalur yang mengakibatkan loop. Semua port secara default berada dalam status blocking ketika switch dinyalakan.
Listening (mendengar) port mendengar BPDU untuk memastikan tidak ada loop yang terjadi pada network sebelum mengirimkan frame data. Sebuah port yang berada dalam status listening mempersiapkan diri untuk memfoward frame data tanpa mengisi tabel alamat MAC.
Learning (mempelajari) port switch mendengarkan BPDU dan mempelajari semua jalur di network switch. Sebuah port dalam status learning mengisi tabel alamat MAC tetapi tidak memfoward frame data.
Fowarding (mem foward) port mengirimkan dan menerima semua frame data pada port bridge. Jika port masih sebuah designated port atau root port yang berada pada akhir dari status learning maka ia akan masuk ke status ini.
Disabled (tidak aktif) sebuah port dalam status disabled (secara administratif) tidak berpatisipasi dalam melakukan fowarding terhadap frame ataupun dalam STP. Sebuah port dalam status disabled berarti tidak bekerja secara virtual.


Cara Kerja Spanning Tree


STP menggunakan 3 kriteria untuk meletakkan port pada status forwarding :

* STP memilih root switch. STP menempatkan semua port aktif pada root switch dalam status Forwarding.
* Semua switch non-root menentukan salah satu port-nya sebagai port yang memiliki ongkos (cost) paling kecil untuk mencapai root switch. Port tersebut yang kemudian disebut sebagai root port (RP) switch tersebut akan ditempatkan pada status forwarding oleh STP.
* Dalam satu segment Ethernet yang sama mungkin saja ter-attach lebih dari satu switch. Diantara switch-switch tersebut, switch dengan cost paling sedikit untuk mencapai root switch disebut designated bridge, port milik designated bridge yang terhubung dengan segment tadi dinamakan designated port (DP). Designated port juga berada dalam status forwarding.

Semua port/interface selain port/interface diatas berada dalam status Blocking.

STP Bridge ID dan Hello BPDU

STP bridge ID (BID) adalah angka 8-byte yang unik untuk setiap switch. Bridge ID terdiri dari 2-byte priority dan 6-byte berikutnya adalah system ID, dimana system ID berdasarkan pada MAC address bawaan tiap switch. Karena menggunakan MAC address bawaan ini dapat dipastikan tiap switch akan memiliki Bridge ID yang unik.

STP mendefinisikan pesan yang disebut bridge protocol data units (BPDU), yang digunakan oleh switch untuk bertukar informasi satu sama lain. Pesan paling utama adalah Hello BPDU, berisi Bridge ID dari switch pengirim.

Pemilihan Root Switch

Switch-switch akan memilih root switch berdasarkan Bridge ID dalam BPDU. Root switch adalah switch dengan Bridge ID paling rendah. Kita ketahui bahwa 2-byte pertama dari switch digunakan untuk priority, karena itu switch dengan priority paling rendah akan terpilih menjadi root switch.

Namun kadangkala, ada beberapa switch yang memiliki nilai priority yang sama, untuk hal ini maka pemilihan root switch akan ditentukan berdasarkan 6-byte System ID berikutnya yang berbasis pada MAC address, karena itu switch dengan bagian MAC address paling rendah akan terpilih sebagai root switch.

Menentukan Root Port dari setiap switch

Selanjutnya dalam proses STP adalah, setiap non-root switch akan menentukan salah satu port-nya sebagai satu-satunya root port miliknya. Root port dari sebuah switch adalah port dimana dengan melalui port tersebut switch bisa mencapai root switch dengan cost paling kecil.

Menentukan Designated Port untuk setiap segment LAN

Designated port untuk setiap segment dalam LAN adalah switch port yang mengirimkan paket Hello ke segment LAN dengan cost terkecil. Ketika switch non-root mengirimkan pesan Hello, maka switch non-root akan menyertakan nilai cost tersebut kedalam pesan. Hasilnya, switch dengan cost terkecil untuk mencapai root switch menjadi DP dalam segment tersebut.

Saat Terjadi Perubahan dalam network

Berikut adalah proses yang terjadi saat topology STP berjaln normal tanpa ada perubahan:

1. Root switch membuat dan mengirimkan Hello BPDU dengan cost 0 keluar melalui semua port/interfacenya yang aktif.
2. Switch non-root menerima Hello dari root port miliknya. Setelah mengubah isi dari Hello menjadi Bridge ID dari switch pengirim, switch mem-forward Hello ke designated port.
3. Langkah 1 dan 2 berulang terus sampai terjadi perubahan pada topology STP.

Ketika ada interface atau switch yang gagal beroperasi, maka topology STP akan berubah; dengan kata lain terjadi STP convergence.

* Interface yang tetap berada dalam status yang sama, maka tidak perlu ada perubahan.
* Interface yang harus berubah dari forwarding menjadi blocking, maka switch akan langsung merubahnya menjadi blocking.
* Interface yang harus berubah dari blocking menjadi forwarding, maka switch pertama kali akan mengubahnya menjadi listening, kemudian menjadi learning.Setelah itu interface akan diletakkan pada status forwarding.

Saat terjadi STP Convergence, switch akan menentukan interface-interface mana yang akan dirubah statusnya. Namun, perubahan status dari blocking menjadi forwarding tidak bisa langsung dilakukan begitu saja, karena dapat menyebabkan frame looping temporarer. Untuk mencegah terjadinya looping temporarer itu, STP harus merubah status port tersebut menjadi 2 status transisi terlebih dahulu sebelum merubahnya menjadi forwarding:

* Listening: seperti halnya blocking, interface dalam keadaan listening tidak mem-forward frame. (15 detik)
* Learning: interface dalam status ini masih belum mem-forward frame, tapi switch sudah mulai melakukan pemeriksaan MAC address dari frame-frame yang diterima pada interface ini. (15 detik)

Switch akan menunggu 20 detik sebelum memutuskan untuk melakukan perubahan status dari blocking menjadi forwarding, setelah itu butuh waktu 30 detik untuk transisi ke Listening dan Learning terlebih dahulu. karena itu total yang dibutuhkan agar suatu port berubah dari blocking menjadi forwarding adalah 20+30=50 detik.

MODEL OSI

Resume Pertemuan ke-2


Model OSI diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh the International Standards Organization (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi protokol Internasional yang digunakan pada berbagai layer. Model ini disebut ISO OSI (Open System Interconnection) Reference Model itu ditujukan bagi sistem penyambungan terbuka (open system). Sistem terbuka dapat diartikan sebagai suatu sistem yang terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem-sistem lainnya.
OSI memberikan pandangan yang "abstrak" dari arsitektur jaringan yang dibagi dalam 7 lapisan. Model ini diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh International Standard Organization (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi protokol internasional yang digunakan pada berbagai layer.
Model Osi memiliki tujuh layer . Prinsip prinsip 7 layer :
• Sebuah layer harus dibuat bila diperlukan tingkat abstraksi yang berbeda.
• Setiap layer harus memiliki fungsi tertentu.
• Fungsi layer di bawah adalah mendukung fungsi layer di atasnya.
• Fungsi setiap layer harus dipilih dengan teliti sesuai dengan ketentuan standar protokol internasional.

1. Batas-batas setiap layer diusahakan agar meminimalkan aliran informasi yang melewati interface.
2. Jumlah layer harus cukup banyak, sehingga fungsi-fungsi yang berbeda tidak perlu disatukan dalam satu layer di luar keperluannya. Akan tetapi jumlah layer juga harus diusahakan cukup sesedikit mungkin sehingga arsitektur jaringan tidak menjadi sulit dipakai.
7 Layers OSI Model
Ketika suatu masalah konektivitas jaringan dilaporkan ke meja bantuan, ada banyak metode yang tersedia untuk mendiagnosis masalah. Salah satu metode yang umum adalah untuk memecahkan masalah masalah dengan menggunakan pendekatan berlapis. Menggunakan pendekatan berlapis mensyaratkan bahwa teknisi jaringan menjadi terbiasa dengan berbagai fungsi yang terjadi sebagai pesan yang dibuat, dikirimkan, dan ditafsirkan oleh perangkat jaringan dan host pada jaringan.

Proses memindahkan data di jaringan sangat terstruktur. Cara terbaik adalah divisualisasikan menggunakan tujuh lapisan dari Interkoneksi Sistem Terbuka (OSI) model, sering disebut sebagai model OSI. Model OSI memecah komunikasi jaringan ke dalam beberapa proses. Setiap proses adalah bagian kecil dari tugas yang lebih besar.
Sebagai contoh, di sebuah pabrik manufaktur kendaraan, satu orang tidak merakit seluruh kendaraan. Kendaraan itu bergerak dari stasiun ke stasiun, atau tingkat, di mana tim khusus menambahkan berbagai komponen. Setiap stasiun menambahkan komponen yang ditetapkan, dan kemudian melewati kendaraan ke stasiun berikutnya. Tugas kompleks perakitan kendaraan dibuat lebih mudah dengan memecahnya menjadi tugas lebih mudah dikelola dan logis. Ketika suatu masalah terjadi dalam proses manufaktur, adalah mungkin untuk mengisolasi masalah untuk tugas tertentu di mana cacat itu diperkenalkan, dan kemudian memperbaikinya.
Dalam cara yang sama, model OSI dapat digunakan sebagai acuan ketika troubleshooting untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah jaringan.
Tujuh lapisan dari model OSI dapat dibagi menjadi dua bagian: lapisan atas dan lapisan bawah.

Lapisan atas kadang-kadang digunakan untuk merujuk kepada setiap lapisan di atas lapisan transport dari model OSI. Lapisan atas dari model OSI berurusan dengan fungsionalitas aplikasi dan umumnya hanya diimplementasikan dalam perangkat lunak. Lapisan tertinggi, lapisan aplikasi, adalah paling dekat dengan pengguna akhir.
Lapisan bawah dari model OSI menangani fungsi data transportasi. Link layer fisik dan data diimplementasikan dalam hardware dan software. Lapisan fisik paling dekat dengan media jaringan fisik, atau pemasangan kabel jaringan. Lapisan fisik benar-benar menempatkan informasi tentang media.

Akhir stasiun, seperti klien dan server, biasanya bekerja dengan semua tujuh lapisan. Jaringan perangkat hanya peduli dengan lapisan bawah. Hub bekerja pada Layer 1, switch di Layers 1 dan 2, router di Layers 1 sampai 3, dan firewall prihatin dengan Layers 1, 2, 3 dan 4.

Model OSI Protocol dan Teknologi
Bila menggunakan model OSI sebagai kerangka kerja untuk troubleshooting, adalah penting untuk memahami yang berfungsi dilakukan pada setiap lapisan, dan apa informasi jaringan yang tersedia untuk perangkat atau program perangkat lunak yang melaksanakan fungsi tersebut. Sebagai contoh, banyak proses yang harus terjadi karena email untuk berhasil perjalanan dari klien ke server. Mari kita lihat bagaimana model OSI melanggar tugas umum dari mengirim dan menerima email ke langkah terpisah dan berbeda.

Langkah 1: Lapisan atas membuat data.

Ketika seorang pengguna mengirim pesan email, karakter alfanumerik dalam pesan itu dikonversi menjadi data yang dapat melakukan perjalanan melintasi jaringan. Lapisan 7, 6 dan 5 bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pesan tersebut ditempatkan dalam format yang dapat dimengerti oleh aplikasi yang berjalan pada host tujuan. Proses ini disebut encoding. Lapisan atas kemudian mengirim pesan disandikan ke lapisan bawah untuk transportasi di seluruh jaringan. Mengangkut email ke server yang benar bergantung pada informasi konfigurasi yang disediakan oleh pengguna. Masalah yang terjadi pada lapisan aplikasi sering berhubungan dengan kesalahan dalam konfigurasi dari program pengguna perangkat lunak.

Langkah 2: Layer 4 paket data untuk end-to-end transportasi.
Data yang terdiri dari pesan email yang dikemas untuk jaringan transportasi pada Layer 4. Layer 4 memecah pesan ke dalam segmen yang lebih kecil. Sebuah header ditempatkan pada setiap segmen menunjukkan TCP atau UDP nomor port yang sesuai dengan aplikasi lapisan aplikasi yang benar. Fungsi pada lapisan transport menunjukkan jenis layanan pengiriman. Email menggunakan segmen TCP, sehingga pengiriman paket diakui oleh tujuan. Layer 4 fungsi yang diimplementasikan dalam perangkat lunak yang berjalan pada host sumber dan tujuan. Namun, firewall sering menggunakan TCP dan nomor port UDP untuk menyaring lalu lintas. Oleh karena itu, masalah yang terjadi pada Layer 4 dapat disebabkan oleh tidak sesuai diatur daftar filter firewall.
Langkah 3: Layer 3 menambah informasi alamat jaringan IP.
Data email yang diterima dari lapisan transport dimasukkan ke dalam paket yang berisi header dengan sumber dan tujuan alamat IP logis. Router menggunakan alamat tujuan untuk mengarahkan paket di jaringan di sepanjang jalur yang tepat. Tidak dikonfigurasi dengan benar informasi alamat IP pada sistem sumber atau tujuan dapat menyebabkan Layer 3 masalah terjadi. Karena router juga menggunakan informasi alamat IP, kesalahan konfigurasi router juga dapat menyebabkan masalah pada lapisan ini.
Langkah 4: Layer 2 menambahkan data link layer header dan trailer.
Setiap perangkat jaringan di jalur dari sumber ke tujuan, termasuk tuan rumah pengiriman, mengenkapsulasi paket ke dalam bingkai. Bingkai berisi alamat fisik dari perangkat jaringan berikutnya yang tersambung pada link. Setiap perangkat di jalur jaringan yang dipilih memerlukan membingkai agar ia dapat terhubung ke perangkat berikutnya. Switch dan kartu interface jaringan (NIC) menggunakan informasi di dalam bingkai itu untuk menyampaikan pesan ke perangkat tujuan yang benar. Salah NIC driver, kartu antarmuka sendiri, atau masalah hardware dengan switch dapat menyebabkan Layer 2 alah terjadi.

Langkah 5: Layer 1 mengkonversi data ke bit untuk transmisi.
Bingkai itu diubah menjadi pola 1 dan 0 (bit) untuk transmisi di medium. Suatu fungsi clocking memungkinkan perangkat untuk membedakan bit-bit saat mereka bepergian ke seberang medium. Media dapat mengubah sepanjang jalur antara sumber dan tujuan. Sebagai contoh, pesan email dapat berasal pada LAN Ethernet, tanda silang tulang punggung serat kampus, dan cross link WAN serial hingga mencapai tujuan pada Ethernet LAN yang lain jauh. Layer 1 masalah dapat disebabkan oleh kabel longgar atau tidak benar, rusak kartu antarmuka, atau gangguan listrik.

Pada host penerima, proses yang dijelaskan di langkah 1 sampai 5 terbalik, dengan pesan perjalanan kembali ke lapisan aplikasi yang sesuai.

Application Layer
• Aplikasi adalah layanan/service yang mengimplementasikan komunikasi antar simpul.
• Lapisan aplikasi melakukan hal sbb :
 Mengidentifikasikan mitra komunikasi
 Aplikasi transfer data
 Resource Availability
 Lapisan aplikasi terkait dengan aplikasi end-user
• Implementasi Layer Aplikasi
 Telnet
 File Transfer Protocol (FTP)
 Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)
Presentation Layer
 Lapisan presentasi melakukan coding dan konversi data :
- format data untuk image dan sound (JPG, MPEG, TIFF, WAV, ...)
- konversi EBCDIC-ASCII
- Kompresi
- Enkripsi
Session Layer
 Lapisan sesi membuka, merawat, mengendalikan dan melakukan terminasi hubungan antar simpul. Lapisan Aplikasi dan Presentasi melakukan request dan menunggu response yang dikoordinasikan oleh lapisan diatasnya (aplikasi) antar host.
Transport Layer
Fungsi lapisan Transport antara lain :
Flow control
Sinkronisasi pengiriman data, antara si penerima dan si pengirim harus terjadi interaksi untuk menjaga kehilangan data.
Multiplexing
Mengijinkan banyak layanan/aplikasi untuk mengakses satu network link yang sama.

TCP/IP Layer

MODEL OSI


Model OSI diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh the International Standards Organization (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi protokol Internasional yang digunakan pada berbagai layer. Model ini disebut ISO OSI (Open System Interconnection) Reference Model itu ditujukan bagi sistem penyambungan terbuka (open system). Sistem terbuka dapat diartikan sebagai suatu sistem yang terbuka untuk berkomunikasi dengan sistem-sistem lainnya.
OSI memberikan pandangan yang "abstrak" dari arsitektur jaringan yang dibagi dalam 7 lapisan. Model ini diciptakan berdasarkan sebuah proposal yang dibuat oleh International Standard Organization (ISO) sebagai langkah awal menuju standarisasi protokol internasional yang digunakan pada berbagai layer.
Model Osi memiliki tujuh layer . Prinsip prinsip 7 layer :
• Sebuah layer harus dibuat bila diperlukan tingkat abstraksi yang berbeda.
• Setiap layer harus memiliki fungsi tertentu.
• Fungsi layer di bawah adalah mendukung fungsi layer di atasnya.
• Fungsi setiap layer harus dipilih dengan teliti sesuai dengan ketentuan standar protokol internasional.

1. Batas-batas setiap layer diusahakan agar meminimalkan aliran informasi yang melewati interface.
2. Jumlah layer harus cukup banyak, sehingga fungsi-fungsi yang berbeda tidak perlu disatukan dalam satu layer di luar keperluannya. Akan tetapi jumlah layer juga harus diusahakan cukup sesedikit mungkin sehingga arsitektur jaringan tidak menjadi sulit dipakai.
7 Layers OSI Model
Ketika suatu masalah konektivitas jaringan dilaporkan ke meja bantuan, ada banyak metode yang tersedia untuk mendiagnosis masalah. Salah satu metode yang umum adalah untuk memecahkan masalah masalah dengan menggunakan pendekatan berlapis. Menggunakan pendekatan berlapis mensyaratkan bahwa teknisi jaringan menjadi terbiasa dengan berbagai fungsi yang terjadi sebagai pesan yang dibuat, dikirimkan, dan ditafsirkan oleh perangkat jaringan dan host pada jaringan.

Proses memindahkan data di jaringan sangat terstruktur. Cara terbaik adalah divisualisasikan menggunakan tujuh lapisan dari Interkoneksi Sistem Terbuka (OSI) model, sering disebut sebagai model OSI. Model OSI memecah komunikasi jaringan ke dalam beberapa proses. Setiap proses adalah bagian kecil dari tugas yang lebih besar.
Sebagai contoh, di sebuah pabrik manufaktur kendaraan, satu orang tidak merakit seluruh kendaraan. Kendaraan itu bergerak dari stasiun ke stasiun, atau tingkat, di mana tim khusus menambahkan berbagai komponen. Setiap stasiun menambahkan komponen yang ditetapkan, dan kemudian melewati kendaraan ke stasiun berikutnya. Tugas kompleks perakitan kendaraan dibuat lebih mudah dengan memecahnya menjadi tugas lebih mudah dikelola dan logis. Ketika suatu masalah terjadi dalam proses manufaktur, adalah mungkin untuk mengisolasi masalah untuk tugas tertentu di mana cacat itu diperkenalkan, dan kemudian memperbaikinya.
Dalam cara yang sama, model OSI dapat digunakan sebagai acuan ketika troubleshooting untuk mengidentifikasi dan mengatasi masalah jaringan.
Tujuh lapisan dari model OSI dapat dibagi menjadi dua bagian: lapisan atas dan lapisan bawah.

Lapisan atas kadang-kadang digunakan untuk merujuk kepada setiap lapisan di atas lapisan transport dari model OSI. Lapisan atas dari model OSI berurusan dengan fungsionalitas aplikasi dan umumnya hanya diimplementasikan dalam perangkat lunak. Lapisan tertinggi, lapisan aplikasi, adalah paling dekat dengan pengguna akhir.
Lapisan bawah dari model OSI menangani fungsi data transportasi. Link layer fisik dan data diimplementasikan dalam hardware dan software. Lapisan fisik paling dekat dengan media jaringan fisik, atau pemasangan kabel jaringan. Lapisan fisik benar-benar menempatkan informasi tentang media.

Akhir stasiun, seperti klien dan server, biasanya bekerja dengan semua tujuh lapisan. Jaringan perangkat hanya peduli dengan lapisan bawah. Hub bekerja pada Layer 1, switch di Layers 1 dan 2, router di Layers 1 sampai 3, dan firewall prihatin dengan Layers 1, 2, 3 dan 4.


Model OSI Protocol dan Teknologi

Bila menggunakan model OSI sebagai kerangka kerja untuk troubleshooting, adalah penting untuk memahami yang berfungsi dilakukan pada setiap lapisan, dan apa informasi jaringan yang tersedia untuk perangkat atau program perangkat lunak yang melaksanakan fungsi tersebut. Sebagai contoh, banyak proses yang harus terjadi karena email untuk berhasil perjalanan dari klien ke server. Mari kita lihat bagaimana model OSI melanggar tugas umum dari mengirim dan menerima email ke langkah terpisah dan berbeda.



Langkah 1: Lapisan atas membuat data.


Ketika seorang pengguna mengirim pesan email, karakter alfanumerik dalam pesan itu dikonversi menjadi data yang dapat melakukan perjalanan melintasi jaringan. Lapisan 7, 6 dan 5 bertanggung jawab untuk memastikan bahwa pesan tersebut ditempatkan dalam format yang dapat dimengerti oleh aplikasi yang berjalan pada host tujuan. Proses ini disebut encoding. Lapisan atas kemudian mengirim pesan disandikan ke lapisan bawah untuk transportasi di seluruh jaringan. Mengangkut email ke server yang benar bergantung pada informasi konfigurasi yang disediakan oleh pengguna. Masalah yang terjadi pada lapisan aplikasi sering berhubungan dengan kesalahan dalam konfigurasi dari program pengguna perangkat lunak.

Langkah 2: Layer 4 paket data untuk end-to-end transportasi.
Data yang terdiri dari pesan email yang dikemas untuk jaringan transportasi pada Layer 4. Layer 4 memecah pesan ke dalam segmen yang lebih kecil. Sebuah header ditempatkan pada setiap segmen menunjukkan TCP atau UDP nomor port yang sesuai dengan aplikasi lapisan aplikasi yang benar. Fungsi pada lapisan transport menunjukkan jenis layanan pengiriman. Email menggunakan segmen TCP, sehingga pengiriman paket diakui oleh tujuan. Layer 4 fungsi yang diimplementasikan dalam perangkat lunak yang berjalan pada host sumber dan tujuan. Namun, firewall sering menggunakan TCP dan nomor port UDP untuk menyaring lalu lintas. Oleh karena itu, masalah yang terjadi pada Layer 4 dapat disebabkan oleh tidak sesuai diatur daftar filter firewall.
Langkah 3: Layer 3 menambah informasi alamat jaringan IP.
Data email yang diterima dari lapisan transport dimasukkan ke dalam paket yang berisi header dengan sumber dan tujuan alamat IP logis. Router menggunakan alamat tujuan untuk mengarahkan paket di jaringan di sepanjang jalur yang tepat. Tidak dikonfigurasi dengan benar informasi alamat IP pada sistem sumber atau tujuan dapat menyebabkan Layer 3 masalah terjadi. Karena router juga menggunakan informasi alamat IP, kesalahan konfigurasi router juga dapat menyebabkan masalah pada lapisan ini.
Langkah 4: Layer 2 menambahkan data link layer header dan trailer.
Setiap perangkat jaringan di jalur dari sumber ke tujuan, termasuk tuan rumah pengiriman, mengenkapsulasi paket ke dalam bingkai. Bingkai berisi alamat fisik dari perangkat jaringan berikutnya yang tersambung pada link. Setiap perangkat di jalur jaringan yang dipilih memerlukan membingkai agar ia dapat terhubung ke perangkat berikutnya. Switch dan kartu interface jaringan (NIC) menggunakan informasi di dalam bingkai itu untuk menyampaikan pesan ke perangkat tujuan yang benar. Salah NIC driver, kartu antarmuka sendiri, atau masalah hardware dengan switch dapat menyebabkan Layer 2 alah terjadi.

Langkah 5: Layer 1 mengkonversi data ke bit untuk transmisi.
Bingkai itu diubah menjadi pola 1 dan 0 (bit) untuk transmisi di medium. Suatu fungsi clocking memungkinkan perangkat untuk membedakan bit-bit saat mereka bepergian ke seberang medium. Media dapat mengubah sepanjang jalur antara sumber dan tujuan. Sebagai contoh, pesan email dapat berasal pada LAN Ethernet, tanda silang tulang punggung serat kampus, dan cross link WAN serial hingga mencapai tujuan pada Ethernet LAN yang lain jauh. Layer 1 masalah dapat disebabkan oleh kabel longgar atau tidak benar, rusak kartu antarmuka, atau gangguan listrik.

Pada host penerima, proses yang dijelaskan di langkah 1 sampai 5 terbalik, dengan pesan perjalanan kembali ke lapisan aplikasi yang sesuai.

Application Layer
• Aplikasi adalah layanan/service yang mengimplementasikan komunikasi antar simpul.
• Lapisan aplikasi melakukan hal sbb :
 Mengidentifikasikan mitra komunikasi
 Aplikasi transfer data
 Resource Availability
 Lapisan aplikasi terkait dengan aplikasi end-user
• Implementasi Layer Aplikasi
 Telnet
 File Transfer Protocol (FTP)
 Simple Mail Transfer Protocol (SMTP)
Presentation Layer
 Lapisan presentasi melakukan coding dan konversi data :
- format data untuk image dan sound (JPG, MPEG, TIFF, WAV, ...)
- konversi EBCDIC-ASCII
- Kompresi
- Enkripsi
Session Layer
 Lapisan sesi membuka, merawat, mengendalikan dan melakukan terminasi hubungan antar simpul. Lapisan Aplikasi dan Presentasi melakukan request dan menunggu response yang dikoordinasikan oleh lapisan diatasnya (aplikasi) antar host.
Transport Layer
Fungsi lapisan Transport antara lain :
Flow control
Sinkronisasi pengiriman data, antara si penerima dan si pengirim harus terjadi interaksi untuk menjaga kehilangan data.
Multiplexing
Mengijinkan banyak layanan/aplikasi untuk mengakses satu network link yang sama.


Transport Layer
Virtual Circuit Management
Membuka, menjaga dan terminasi hubungan komunikasi
Error Checking & Recovery
Mendeteksi error dan melakukan recovery misalnya dengan melakukan retransmisi.
 Implementasi Lapisan Transport
- Transmission Control Protocol (TCP)
- User Datagram Protocol (UDP)
Reliable Transport Layer Functions


NETWORK LAYER
 Mendefinisikan logical addressing, mengkombinasikan multiple data link menjadi satu internetwork. Lapisan Network bertanggung jawab untuk membawa paket dari satu simpul ke simpul lainnya dengan mengandalkan logical address yang disebut juga sebagai Network-Address (Layer3-Address).
 Lapisan Network berfungsi sebagai "penerus paket" (Packet Forwarder), yaitu pengantar paket dari sumber (Source) ke tujuan (destinition). Sifat forwarder ini disebut sebagai routing.
 Fungsi routing didukung oleh routing protokol, yaitu protokol yang bertujuan :
- Mencari jalan terbaik menuju tujuan
- Tukar menukar informasi tentang topologi jaringan dengan router yang lainnya
Network Layer Functions (Cont.)

Network Layer Functions (cont.)


Network Layer Functions (cont.)


Routers: Operate at the Network Layer
 Broadcast Control
 Multicast Control
 Optimal path determination
 Traffic Management
 Logical Addressing
 Connects to WAN services

Data Link Layer
Komunikasi data dilakukan oleh lapisan DATA-LINK melalui identitas berupa alamat simpul yang disebut sebagai Hardware Address. Komunikasi antar komputer atau simpul jaringan hanya mungkin terjadi, bila kedua belah pihak mengetahui identitas masing-masing melalui hardware address. Hardware address ini disebut juga sebagai physical address atau layer-2 Address.
Protokol Data Link menentukan bentuk topologi yang digunakan, misalnya BUS untuk Ethernet, RING untuk Token Ring dan FDDI, point-to-point untuk komunikasi serial, atau point-to-multipoint untuk Frame Relay dan ATM.
Data Link dapat mendeteksi error dan memberikan notifikasi kepada lapisan diatasnya, bahwa terjadi kesalahan transmisi. Data Link tidak melakukan error-correction.
BYTES yang diterima dari lapisan fisik dirakit menjadi FRAME. FRAME terdiri atas FRAME-HEADER dan DATA, kemudian ditambah dengan FCS (Frame Check Sequence). Frame HEADER berisi informasi yang dibutuhkan oleh protokol Data-Link, antara lain:
- Hardware Address Pengirim dan Penerima
- Flag dan Control Bits

TCP/IP Layer

Resume Pertemuan ke-2


JARINGAN KOMPUTER (PERT-1)





Definisi Jaringan Komputer

Jaringan komputer adalah kumpulan dari sejumlah perangkat berupa komputer, hub, switch, router, atau perangkat jaringan lainnya yang terhubung dengan menggunakan media komunikasi tertentu. Perangkat yang terhubung dengan jaringan disebut juga sebagai node. Hal ini memungkinkan pengguna dapat bertukar dokumen dan data, mencetak pada printer yang sama, dan menggunakan sumber daya jaringan (hardware dan software) ada.

Sebuah jaringan komputer biasanya terdiri dari 2 buah komputer atau lebih dan melakukan data sharing antar komputer. Informasi dan data bergerak melalui media komunikasi. Media komunikasi yang dipakai dalam membuat jaringan komputer antara lain adalah kabel, jaringan telepon, gelombang radio, satelit, bluetooth atau infra
merah. Pemakaian media komunikasi ini akan tergantung pada kegunaan dan ukuran jaringan.

Berdasarkan kriterianya, jaringan komputer dibedakan menjadi 4

yaitu:

1. Berdasarkan distribusi sumber informasi/data

- Jaringan terpusat
Jaringan ini terdiri dari komputer klient dan server yang mana komputer klient yang berfungsi sebagai perantara untuk mengakses sumber informasi/data yang berasal dari satu komputer server

- Jaringan terdistribusi
Merupakan perpaduan beberapa jaringan terpusat sehingga terdapat beberapa komputer server yang saling berhubungan dengan klient membentuk sistem jaringan tertentu.

2. Berdasarkan jangkauan geografis dibedakan menjadi:

- Jaringan LAN
merupakan jaringan yang menghubungkan 2 komputer atau lebih dalam cakupan seperti laboratorium, kantor, serta dalam 1 warnet.

- Jaringan MAN
Merupakan jaringan yang mencakup satu kota besar beserta daerah setempat. Contohnya jaringan telepon lokal, sistem telepon seluler, serta jaringan relay beberapa ISP internet.

- Jaringan WAN
Merupakan jaringan dengan cakupan seluruh dunia. Contohnya jaringan PT. Telkom, PT. Indosat, serta jaringan GSM Seluler seperti Satelindo, Telkomsel, dan masih banyak lagi.

3. Berdasarkan peranan dan hubungan tiap komputer dalam memproses

data.

- Jaringan Client-Server
Pada jaringan ini terdapat 1 atau beberapa komputer server dan komputer client. Komputer yang akan menjadi komputer server maupun menjadi komputer client dan diubah-ubah melalui software jaringan pada protokolnya. Komputer client sebagai perantara untuk dapat mengakses data pada komputer server sedangkan komputer server
menyediakan informasi yang diperlukan oleh komputer client.

-Jaringan Peer-to-peer
Pada jaringan ini tidak ada komputer client maupun komputer server karena semua komputer dapat melakukan pengiriman maupun penerimaan informasi sehingga semua komputer berfungsi sebagai client sekaligus sebagai server.

4. Berdasarkan media transmisi data

- Jaringan Berkabel (Wired Network)
Pada jaringan ini, untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer lain diperlukan penghubung berupa kabel jaringan. Kabel jaringan berfungsi dalam mengirim informasi dalam bentuk sinyal

listrik antar komputer jaringan.

- Jaringan Nirkabel (Wireless Network)
Merupakan jaringan dengan medium berupa gelombang elektromagnetik.Pada jaringan ini tidak diperlukan kabel untuk menghubungkan antar komputer karena menggunakan gelombang elektromagnetik yang akan mengirimkan sinyal informasi antar komputer jaringan.

Suatu jaringan komputer dibangun untuk membawa informasi secara tepat dan tanpa adanya kesalahan dari sisi pengirim (transmitter) menuju ke sisi penerima (reciever) melalui media komunikasi.

Jaringan mempunyai beberapa manfaat yang lebih dibandingkan dengan komputer yang berdiri sendiri. Jaringan memungkinkan manajemen sumber daya lebih efisien.

Misalnya :

1. Banyak pengguna dapat saling berbagi printer tunggal dengan kualitas tinggi, dibandingkan memakai printer kualitas rendah di masing-masing meja kerja. Selain itu, lisensi perangkat lunak jaringan dapat lebih murah dibandingkan lisensi stand-alone terpisah untuk jumlah pengguna sama.

2. Jaringan membantu mempertahankan informasi agar tetap andal dan up-to-date. Sistem penyimpanan data terpusat yang dikelola dengan baik memungkinkan banyak pengguna mengakses data dari berbagai lokasi yang berbeda, dan membatasi akses ke data sewaktu sedang diproses.

3. Jaringan membantu mempercepat proses berbagi data (data sharing). Transfer data pada jaringan selalu lebih cepat dibandingkan sarana berbagi data lainnya yang bukan jaringan.Jaringan juga membantu usaha dalam melayani klien mereka secara lebih efektif.

4. Jaringan memungkinkan kelompok-kerja berkomunikasi dengan lebih efisien. Surat dan penyampaian pesan elektronik merupakan substansi sebagian besar sistem jaringan, disamping sistem penjadwalan, pemantauan proyek, konferensi online dan groupware,
dimana semuanya membantu team bekerja lebih produktif.

TOPOLOGI FISIK

Topologi fisik meliputi : BUS, STAR dan RING. Topologi BUS adalah topologi umum dalam LAN. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul ke saluran tunggal komputer yang mengakses ujung dengan ujung.

Dalam topologi STAR sebuah terminal pusat bertindak sebagai pengatur dan pengendali semua komunikasi data yang terjadi. Semua kontrol dalam totpologi STAR dipusatkan pada satu titik yang dinamakan stasion primer dan terminal lain sebagai stasion
sekunder.

Topologi RING hampir sama dengan topologi BUS, hanya saja ujung dari topologi ini dihubungkan dengan ujung yang lain hingga menyerupai lingkaran

Perbandingan Topologi :
Bus :
(+) : Hemat kabel Layout kabel sederhana Mudah dikembangkan Tidak butuh kendali pusat

(-) : Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
- Kepadatan lalulintas tinggi
- Jika pemakai banyak kecepatan menurun
- Diperlukan repeater untuk jarak jauh

Ring :
(+) : - Hemat kabel
- Dapat melayani lalulintas yang padat.

(-) :Pengembangan jaringan lebih kaku. Kerusakan pada media pengirim dapat
melumpuhkan kerja seluruh jaringan lambat, karena menunggu token

Star
(+) : - Flexibel
- Penambahan pengurangan tidak menggangu terminal lain
- Kontrol terpusat

(-) : - Boros kabel
- Kontrol terpusat (HUB) menjadi elemen kritis

PROTOKOL

Protokol adalah sebuah aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan,data, informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhi oleh si pengirim (transmitter) dan si penerima (reciever) agar komunikasi dapat berlangsung dengan benar.Selain itu protokol juga berfungsi untuk memungkinkan dua atau lebih komputer dapat berkomunikasi dengan bahasa yang sama.

Protokol mengurusi segala hal dalam komunikasi data, mulai dari kemungkinan perbedaan format data yang dipertukarkan hingga ke masalah koneksi listrik dalam jaringan. Dalam suatu jaringan komputer, terjadi sebuah proses komunikasi antar entiti atau perangkat yang berlainan sistemnya. Entiti atau perangkat ini adalah segala sesuatu yang mampu menerima dan mengirim. Untuk berkomunikasi mengirim dan menerima antara dua entiti dibutuhkan saling-pengertian di antara kedua belah pihak. Pengertian inilah yang dikatakan sebagai protokol. Jadi protokol adalah himpunan aturan-aturan main yang mengatur komunikasi data.
MySQL


Logo MySQL
Pengembang: MySQL AB
Versi terakhir: 5.0.41 / 1 Mei 2007
Sistem operasi: antar-platform
Jenis: RDBMS
Lisensi: GPL atau Lisensi Komersial
Situs web: http://www.mysql.com/


David Axmark (kiri) dan Michael "Monty" Widenius, Pendiri MySQL AB, dalam sebuah konferensiMySQL adalah sebuah perangkat lunak sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread, multi-user, dengan sekitar 6 juta instalasi di seluruh dunia. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai perangkat lunak gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL.

Tidak sama dengan proyek-proyek seperti Apache, dimana perangkat lunak dikembangkan oleh komunitas umum, dan hak cipta untuk kode sumber dimiliki oleh penulisnya masing-masing, MySQL dimiliki dan disponsori oleh sebuah perusahaan komersial Swedia MySQL AB, dimana memegang hak cipta hampir atas semua kode sumbernya. Kedua orang Swedia dan satu orang Finlandia yang mendirikan MySQL AB adalah: David Axmark, Allan Larsson, dan Michael "Monty" Widenius.

Daftar isi
1 Bahasa pemrograman
2 Penggunaan
3 Administrasi
4 Pranala luar


[sunting] Bahasa pemrograman
Terdapat beberapa API tersedia yang memungkinkan aplikasi-aplikasi komputer yang ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman untuk dapat mengakses basis data MySQL antara lain: bahasa pemrograman C, C++, C#, bahasa pemrograman Eiffel, bahasa pemrograman Smalltalk, bahasa pemrograman Java, bahasa pemrograman Lisp, Perl, PHP, bahasa pemrograman Python, Ruby, REALbasic dan Tcl. Sebuah antarmuka ODBC memanggil MyODBC yang memungkinkan setiap bahasa pemrograman yang mendukung ODBC untuk berkomunikasi dengan basis data MySQL. Kebanyakan kode sumber MySQL dalam ANSI C.


[sunting] Penggunaan
MySQL sangat populer dalam aplikasi web seperti MediaWiki (perangkat lunak yang dipakai Wikipedia dan proyek-proyek sejenis) dan PHP-Nuke dan berfungsi sebagai komponen basis data dalam LAMP. Popularitas sebagai aplikasi web dikarenakan kedekatannya dengan popularitas PHP, sehingga seringkali disebut sebagai Dynamic Duo.


[sunting] Administrasi
Untuk melakukan administrasi dalam basis data MySQL, dapat menggunakan modul yang sudah termasuk yaitu command-line (perintah: mysql dan mysqladmin). Juga dapat diunduh dari situs MySQL yaitu sebuah modul berbasis grafik (GUI): MySQL Administrator dan MySQL Query Browser. Selain itu terdapat juga sebuah perangkat lunak gratis untuk administrasi basis data MySQL berbasis web yang sangat populer yaitu phpMyAdmin. Untuk perangkat lunak untuk administrasi basis data MySQL yang dijual secara komersial antara lain: MySQL front, Navicat dan EMS SQL Manager for MySQL.


[sunting] Pranala luar
(en) Situs web MySQL
(en) http://www.mysqldevelopment.com/ MySQL development
(en) http://www.planetmysql.org/ MySQL Weblogs
(en) http://www.db4free.net/ Free MySQL 5 provider
(en) http://db4free.blogspot.com/ Markus Popp's blog
(en) http://gilfster.blogspot.com/ Andrew Gilfrin's blog
(en) http://rpbouman.blogspot.com/ Roland Bouman's blog
(en) http://www.futhark.ch/mysql/ Beat Vontobel's blog
(en) http://datacharmer.blogspot.com/ Giuseppe Maxia's blog
(en) http://www.jpipes.com/ Jay Pipe's blog
(en) http://mike.kruckenberg.com/ Mike Kruckenberg's blog
(en) http://sheeri.com/ Sheeri Kritzer's blog
(en) http://mysqldatabaseadministration.blogspot.com/ MySQL Database Administration Blog

PENGALAMAN PRIBADI DAN TIPS-NYA



Judul artikel : Merawat Flash disk ternyata juga tidak boleh Sembarangan
Tanggal akses : 1 Oktober 2009

PENGALAMAN PENGALAMAN TENTANG FLASH DISK (STORAGE DEVICE ) YANG MEMBAWAKU PADA KESIMPULAN

1.Meski ada beberapa merk yang mengklaim produknya waterproof, menjauhkan flashdisk dari sentuhan air tetap saja menjadi langkah yang paling aman dari pada data hilang dengan sendirinya

Pengalamannya:
Aku dulu pernah membeli flash disk yang mengklaim bahwa flash disknya
waterpoof,ternyata meski begitu dibilang waterpoof tetap saja bila tidak sengaja terjatuh
di daerah yang agak berair ku berpikirnya bahwa "flash diskNya kan waterpoof.." Eh
ternyata setelah aku membuka data didalam komputer ternyata data data yang dalam
flash disk hilang,, Dan pada kesimpulannya meski Flash disk yang berinisialWaterpoof
minimalisasikan agar Flash disk terhindar dari air,,

2. Minimalisirkan proses Hapus Tulis berkali kali agar tak terkena virus

Pengalamannya:
Usia salah satu flash diskku sudah agak tua,dan seiiring dengn waktu yang berjalan dan
merek dan kualitas flash dissku tidak cukup terkenal dan murah. Usia slash disk yang
ternyata kebanyakan proses hapus tulis ribuan kali, membawaku pada bencana virus
yang merajalela dalam sebuah flash disk yang membuat dia terkena virus dengan
kerugian data yang ada di flash disku terganggu

3. Selalu Proses eject atau stop atau File anda terganggu dan membuat flash disk anda
rusak

Tips mencegah terkena virus pada Flash disk
Menurut pengalaman saya, menghindarkan virus masuk lebih mudah daripada menghilangkan virus. Karenabila komputerNya sudah terinfeksi virus, meskipun sudah dihilangkan memakai antivirus saya tetep merasa sedikit berat. Jadi mencegah lebih baik daripada mengobati itu memang benar.

Dengan cara ini, saya tidak takut komputer saya berjalan tanpa anti virus. Mau tahu caranya?

1. Karena kebanyakan virus memakai fitur autorun, jadi tinggal disable aja tuh autorun. Ada beberapa cara melakukannya, bisa pake software, edit registry, ato melalui group policy.

2. Jangan dobel klik Flash Disk dari My Computer, karena itu sama aja menjalankan file autorun yang di disable tadi. Kalo mau buka Flash Disk, explore aja. Ato tekan kombinasi tombol: Windows + E, kemudian buka dari panel sebelah kiri.

HARD DISK



Judul artikel : STORAGE DEVICE HARD DISK
Tanggal akses : 1 oktober 2009
alamat sumber : http://iddhien.com/index.php?option=com_content&task=view&id=78&Itemid=106


Definisi Hard disk
Adalah salah satu media penyimpanan data yang cukup populer bagi main frame ataupun PC Hard disk merupakan media penyimpanan yang bentuk tampilannya berbeda dibandingkan dengan disket,
Harddisk ini menggunakan koneksi USB, sehingga mirip flashdisk namun berbentuk fisik Harddisk(HD).
Perkembangannya sejalan dengan perkembangan HD itu sendiri, ada yang memakai interface IDE atau SATA. SATA lebih bagus performanya. Pada biasanya hard disk terpasang didalam CPU dan menyatu didalam sana.
Mekanisme yang menyebabkan data yang tersimpan bisa dibaca ataupun ditulis didalam hard disk disebut disk driveDidalam hard disk terdapat lempengan logam bundar yang disusun berlapis lapis serta terdapat motor penggerak lempengan logam dan read?write head-nyaJenis hard disk ada yang terdapat dalam piringan tunggal,tetapi ada pula yang dikemas dalam satu bentuk (disk pack).
Disk pack jenis ini mempunyai jenis fixed (tetap) dan remonable (bisa dipindah).Read?write head yang dimiliki oleh disk pack lebih dari satu yaitu sesuai dengan jumlah piringan yang dimilikinya.Lapis paling atas dan bawah biasanya hanya dipakia sebagai cover pelindung dan tidak digunakan untuk menulis data

Harga hard disk :
cari tau di website : www.bhinneka.com/category/hard_drive/brands/maxtor.aspx

Jenis hard disk
Berdasarkan tingkat kece­patan transfer data, serta kapasitas penyimpanan data. Jenis interface yang terdapat pada hard disk
ATA (IDE, EIDE), Serial ATA (SATA), SCSI (Small Computer System Interface), SAS, IEEE 1394, USB, dan Fibre Channel. Jenis interface menentukan tingkat data rate atau kecepatan transfer data. Misalnya, hard disk SCSI memiliki kecepatan transfer ± 5 MHz, artinya
mampu melakuan transfer data hingga 5 Mb per detik. Di antara sekian banyak jenis interface, hanya
Di antara sekian banyak jenis interface, hanya tiga jenis hard disk yang sering digunakan, yaitu IDE, SATA, dan SCSI.

ATA


adalah antarmuka standar untuk menghu­bungkan peranti penyimpanan seperti hard disk, drive CD-ROM, atau DVD-ROM di komputer

SATA


adalah pengembangan dari ATA. SATA didefinisikan sebagai teknologi yang didesain untuk menggantikan ATA secara total. Adapter dari serial ATA mampu mengakomodasi transfer data dengan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ATA sederhana.

Beberapa fitur SATA adalah:
  • SATA menggunakan line 4 sinyal yang memungkinkan kabel yang lebih ringkas dan murah dibandingkan dengan PATA.
  • SATA mengakomodasi fitur baru seperti hot-swapping dan native command queuing.
  • Drive SATA bisa ditancapkan ke kontroler Serial Attached SCSI (SAS) sehingga bisa berkomunikasi dengan kabel fisik yang sama seperti disk asli SAS, namun disk SAS tidak bisa ditancapkan ke kontroler SATA
SCSI

(Small Computer System Interface) dibaca “skasi” adalah standar yang dibuat untuk keperluan transfer data antara komputer dan periferal lainnya. Standar SCSI mendefinisikan perintah-perintah, protokol dan antarmuka elektrik dan optik yang diperlukan. SCSI menawarkan kecepatan transfer data yang paling tinggi di antara standar yang lainnya.

Beberapa merek hard disk yang banyak digunakan:
antara lain Western Digital (WDC), Quantum, Seagate, Maxtor, Samsung, IBM, Toshiba, dan Hita.

Kapasitas Hard Disk

Berdasarkan kapasitas penyimpanannya, jenis hard disk sangat ber­agam. Kapasitas hard disk biasanya dinyatakan dalam satuan GB (Gigabyte) atau 1000 MB (Megabyte), misalnya 40 GB, 80 GB, 120 GB, dan sebagainya. Bahkan saat ini juga telah tersedia hard disk dengan daya simpan hingga sekian Terrabyte atau 1000GB. Kapasitas hard disk yang tersedia di pasaran umumnya cenderung meningkat seiring dengan perkembangan teknologi komputer
Cara utama meningkatkan waktu pengaksesan adalah dengan me­ningkatkan waktu throughput. Adapun untuk meningkatkan kapasitas penyimpanannya, yang harus ditingkatkan adalah kerapatan area di platter.
Hard disk saat ini lazim menuliskan ukuran dalam bentuk standar internasional “mega”, “giga”, dan “tera” setelah sebelumnya berbasis binary.

Cara Kerja Hard Disk

Cara Kerja Hard Disk Hard disk menyimpan data dalam piringan dengan pola tertentu yang disebut sector dan track. Track adalah lingkaran konsentris (concentric circles), sedangkan sector adalah salah satu bagian dalam track tersebut. Data yang tersimpan di dalamnya dapat dibaca kembali dengan cara mendeteksi pola tersebut. Sebuah sector terdiri atas byte tertentu, misalnya 256 atau 512.Kumpulan beberapa sector disebut dengan istilah cluster.Track dan sector dibuat ketika hard disk tersebut diformat. Saat hard disk bekerja, platter tersebut berputar dengan kecepatan yang sangat tinggi. Data ditulis dan dibaca ke dalam platter melalui read-and-write head yang berada sangat dekat dengan permukaan platter tersebut, dengan cara mendeteksi dan mengatur tingkat magnetis pada permukaan platter secara cepat